Senin, 31 Mei 2010

Puisi (KAU HANYA BERTEDUH)

KAU HANYA BERTEDUH

Kenapa hujan tiba-tiba turun ke bumi?
Menyuburkan tunas rasa di hati
Kenapa ada pertemuan
Jika akhirnya akan menuai kesedihan
Kenapa kau tiba-tiba hadir
Dengan sekuntum senyum
Beserta sekuncup semangat
Disaat kurasakan gersangnya kehidupan
Aku tahu, kau seorang pengembara
Hanya berteduh sebentar di beranda tuaku
Lalu akan melanjutkan perjalanan tanpa pernah kutahu kemana?
Namun rasa telah melekat dalam dada ini
Cinta telah merebes ke seluruh nadi
Saat kutahu, kau mesti pergi
Mulutku terkunci
Hanya bisa menatapmu, berlalu dengan lunglai
Aku mesti menggulung rindu ini dalam kain waktu
Rasa ini tak akan kubiarkan lagi memasungku
Pelan-pelan, kan kuhapus namamu dari memori kehidupanku
Kita dipertemukan bukan untuk menjadi Satu
Jalanku dan jalanmu tak searah
Di persimpangan ini kita mesti berpisah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar